“Kini saatnya kembali pada masyarakat dengan pengabdian dalam bentuk lain,” ucapnya.
Bupati Banyumas memahami bahwa masa pensiun sering kali memunculkan berbagai penyesuaian, mulai dari hilangnya rutinitas pekerjaan, berkurangnya pendapatan, hingga tidak lagi memiliki kewenangan seperti saat masih aktif bertugas.
Namun, ia mengajak para ASN melihat masa purna tugas dari sisi yang lebih positif.
Menurutnya, pensiun justru membuka kesempatan untuk menikmati waktu bersama keluarga, menjalankan usaha, mengembangkan hobi, aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun aktivitas lainnya yang selama ini tertunda.
“Oleh karenanya, masa pensiun ASN hendaknya jangan membuat kita loyo, patah semangat, atau bahkan post power syndrome, karena semua ASN juga akan mengalami hal yang sama apabila sudah tiba saatnya,’’ tegasnya.
Sadewo juga mengingatkan agar seluruh pegawai tetap menjalankan kewajiban kedinasan hingga hari terakhir masa kerja yang telah ditetapkan.
“Perlu Saya ingatkan, bahwa meskipun SK pensiun Bapak / Ibu saat ini telah diterimakan, bukan berarti Bapak / Ibu sudah tidak masuk kerja lagi, atau bisa menjadi dalih latihan pensiun. Namun tetap harus masuk kerja melaksanakan tugas-tugas kedinasan di unit kerjanya masing-masing, hingga sampai batas waktu TMT pensiun yang sudah ditetapkan,’’pungkasnya dengan tegas.
Di balik prosesi tersebut, tersimpan cerita haru dari para pegawai yang telah mengabdi selama puluhan tahun.
Salah satunya Parsito, pegawai Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Banyumas, yang telah mengabdikan diri sejak 1991.
Ia mengaku bersyukur dapat menuntaskan masa pengabdian hingga memasuki purna tugas dengan baik.
“Seperti yang dikatakan Pak Bupati tadi, tidak semua bisa sampai pada masa pensiun. Alhamdulillah, Saya bisa. Bahagia rasanya,sebentar lagi bisa memiliki kegiatan baru, momong putu’’ tutur Parsito yang telah mengabdikan dirinya di Banyumas sejak 1991.















