News  

4.021 Alumni Kursus Indonesia Dilepas Kerja ke 11 Negara, Jepang hingga Turki

Sebanyak 4.021 alumni lembaga kursus dan pelatihan (LKP) Indonesia dilepas untuk bekerja di 11 negara dalam Gebyar Kursus 2026 di Jakarta. Foto: Kemendikdasmen
banner 120x600

Menurutnya, momentum tersebut merupakan bagian dari upaya mempertemukan keterampilan yang dimiliki lulusan dengan peluang yang tersedia di pasar kerja.

“Hari ini kita tidak sekadar melepas 4.021 alumni, tetapi kita melepas talenta Indonesia yang membawa keterampilan, karakter, dan nama bangsa ke panggung dunia. Dengan Connecting Skills, Creating Futures , kita hubungkan keterampilan mereka, kita buka kesempatannya, dan bersama kita ciptakan masa depan yang lebih baik,” ujar Tatang.

Dengan bekal keterampilan dan karakter, para alumni diharapkan mampu beradaptasi ketika masuk ke lingkungan kerja yang berbeda, termasuk ketika harus bersaing di pasar internasional.

Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro menyoroti tantangan yang harus dihadapi lembaga kursus dan pelatihan. Menurutnya, perubahan kebutuhan industri berlangsung cepat sehingga materi pelatihan harus terus menyesuaikan diri.

“LKP harus mampu membaca perubahan pasar kerja agar program pelatihannya tidak tertinggal dari perkembangan industri. Hubungan antara lembaga kursus, pemerintah, dan dunia usaha/dunia industri (DUDI) perlu terus diperkuat. LKP diharapkan tidak hanya berfokus pada sertifikasi, tetapi memastikan akses pekerjaan yang nyata. Keterampilan teknis juga perlu dilengkapi dengan kemampuan digital, manajemen usaha, pemasaran, literasi keuangan, hingga pembuatan jejaring agar lulusan didorong menjadi pencipta lapangan kerja,” jelasnya.

Sementara menurut Ketua Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) Indonesia Zulkifli M. Adam mengatakan lulusan LKP memiliki berbagai jalur setelah menyelesaikan pendidikan.

Mereka dapat masuk ke pasar kerja domestik, mencoba peruntungan di pasar internasional, maupun memilih jalur kewirausahaan.

“Ini adalah salah satu wujud konkret lembaga kursus bersama pemerintah dalam rangka menuntaskan masalah pengangguran dan kemiskinan,” ujar Zulkifli.

Pernyataan tersebut memperlihatkan posisi LKP sebagai salah satu bagian dari ekosistem ketenagakerjaan. Ketika pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan industri, lulusan memiliki peluang lebih besar untuk langsung memanfaatkan keterampilannya.

Terlebih, sektor seperti perhotelan, kuliner, dan caregiver memiliki kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.

Selain pelepasan 4.021 alumni, Gebyar Kursus 2026 juga diisi berbagai kegiatan yang mempertemukan peserta dengan dunia keterampilan dan usaha.

Agenda tersebut meliputi kompetisi keterampilan, pameran atau expo, promosi program unggulan LKP, hingga sesi business matching.

Rangkaian kegiatan itu menjadi ruang bagi lembaga kursus untuk memperkenalkan program sekaligus membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kemendikdasmen menempatkan penguatan kerja sama sebagai bagian penting dalam memperluas akses pendidikan keterampilan. Hubungan antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha diharapkan mampu membuat pelatihan semakin relevan dengan kebutuhan lapangan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow