Waspada Investasi dan Pinjol Ilegal Jerat Mahasiswa, Pegadaian-OJK Perkuat Literasi Keuangan

Pegadaian-OJK Perkuat Literasi Keuangan di Unsoed. Foto: Pegadaian
banner 120x600

Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari, mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terbawa tren investasi yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

Menurutnya, kemudahan akses digital memang membuka banyak peluang, tetapi masyarakat tetap harus memastikan legalitas setiap produk keuangan yang digunakan.

“Kemudahan akses digital memang membuka banyak peluang, tetapi jangan sampai kita FOMO. Jangan asal mengakses investasi yang ternyata ilegal,” ujarnya.

Selain investasi bodong, OJK juga mengingatkan mahasiswa untuk mewaspadai maraknya modus penipuan digital melalui tautan palsu atau link scam.

Modus tersebut kini banyak disebarkan melalui pesan singkat, media sosial, hingga platform belanja daring dengan berbagai iming-iming hadiah maupun lowongan pekerjaan.

“Jangan mudah mengklik link yang tidak jelas asal-usulnya. Banyak tautan yang menawarkan pekerjaan, hadiah, atau promo belanja online, padahal ujung-ujungnya merupakan penipuan,” tegasnya.

Sementara menurut Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, mengatakan literasi keuangan merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Menurutnya, potensi besar yang dimiliki generasi muda perlu didukung kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu mengambil keputusan finansial secara tepat.

“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” ucapnya.

Melalui program Financial Literacy on the Way, pihaknya berkomitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan dengan menghadirkan edukasi yang lebih praktis, relevan, dan dapat mudah dipahami.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Eka.

Selain menghadirkan diskusi interaktif, program Financial Literacy on The Way juga menjadi bagian dari pembentukan Duta Literasi Keuangan di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan budaya pengelolaan keuangan sehat di kampus maupun masyarakat.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow