PURWOKERTO, MyInfo.ID – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi membuka Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan Program Sarjana. Kehadiran program studi baru ini menjadikan Unsoed sebagai perguruan tinggi pertama di Jawa Tengah yang membuka jurusan Teknik Pertambangan.
Pembukaan prodi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang Izin Pembukaan Program Studi Teknik Pertambangan pada Universitas Jenderal Soedirman di Kabupaten Banyumas.
Keputusan itu sekaligus menjadi dasar hukum penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang teknik pertambangan di lingkungan Unsoed.
Dekan Fakultas Teknik Unsoed, Prof. Agus Maryoto, mengatakan pembukaan prodi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga ahli pertambangan di Indonesia.
Selama ini, pilihan studi Teknik Pertambangan di Indonesia masih terbatas pada sejumlah kampus besar seperti UPN “Veteran” Yogyakarta, Universitas Trisakti Jakarta, dan Institut Teknologi Bandung.
Dengan hadirnya prodi ini di Banyumas, calon mahasiswa dari Jawa Tengah kini memiliki pilihan lebih dekat untuk menempuh pendidikan di bidang tersebut.
“Pembukaan prodi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan serta memenuhi kebutuhan insinyur pertambangan dalam negeri,” ujar Prof. Agus dalam keterangannya dikutip, Minggu (26/4/2026).
Menurut Prof. Agus, pendirian Prodi Teknik Pertambangan dilatarbelakangi kebutuhan mendesak akan tenaga ahli nasional dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia.
Indonesia memiliki potensi tambang besar seperti emas, batu bara, hingga minyak bumi. Namun, pengelolaan sektor tersebut masih membutuhkan banyak tenaga profesional yang kompeten.
Karena itu, kehadiran prodi ini diharapkan mampu mencetak insinyur pertambangan dalam negeri agar Indonesia tidak terus bergantung pada tenaga asing.
“Melalui prodi ini, diharapkan pengelolaan sumber daya alam dapat dilakukan secara mandiri dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan negara,” tambahnya.
Pembukaan Program Studi Teknik Pertambangan bukan proses instan. Unsoed telah mempersiapkan program ini sejak tahun 2025 dan melewati tiga kali proses revisi sebelum akhirnya Surat Keputusan resmi diterbitkan pada April 2026.
Dari sisi sumber daya manusia, kampus dinilai telah memiliki kesiapan yang kuat.
Selain memenuhi kebutuhan dosen inti, prodi ini juga mendapat dukungan dari dosen Teknik Geologi yang memiliki lebih dari 10 doktor, serta keberadaan Program Magister (S2) Geologi.
Ke depan, Unsoed juga berkomitmen menambah jumlah tenaga pengajar seiring bertambahnya mahasiswa.















