UNIDO Akui Hilirisasi Indonesia sebagai Contoh Terbaik Pengembangan Industri Dunia

UNIDO Akui Hilirisasi Indonesia sebagai Contoh Terbaik Pengembangan Industri Dunia. Foto: Kemenperin
banner 120x600

Laporan itu juga mencatat semakin kuatnya posisi Republik Rakyat Tiongkok sebagai pusat manufaktur dunia. Di sisi lain, kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, disebut mengalami peningkatan investasi industri, terutama pada sektor kendaraan listrik dan industri baterai.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, mengatakan laporan IDR menjadi referensi penting dalam merumuskan arah kebijakan industri nasional.

“Industrial Development Report merupakan publikasi unggulan UNIDO yang secara konsisten menyajikan analisis mengenai tren industrialisasi global serta memberikan rekomendasi kebijakan bagi negara-negara anggota dalam menghadapi lanskap industri global yang terus berkembang,” ujar Tri saat membuka kegiatan peluncuran regional IDR 2026.

Menurut Tri, pengakuan dari UNIDO tidak boleh membuat Indonesia berpuas diri. Ke depan, pemerintah perlu terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, inovasi, kapasitas manufaktur, hingga pengembangan industri pendukung agar Indonesia mampu mengambil peran yang lebih besar dalam rantai pasok global.

Ia juga menilai pengembangan industri hijau dan penerapan teknologi ramah lingkungan menjadi faktor penting agar sektor manufaktur nasional mampu bersaing di tengah tuntutan pembangunan berkelanjutan.

Masuknya Indonesia sebagai contoh praktik terbaik dalam laporan UNIDO diyakini akan meningkatkan kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan industrialisasi nasional.

Pengakuan tersebut tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi manufaktur, tetapi juga membuka peluang kerja sama industri dengan lebih banyak negara.

Di sisi lain, kebijakan hilirisasi diharapkan mampu terus mendorong pertumbuhan industri bernilai tambah, memperluas lapangan pekerjaan, serta meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar internasional.

Tri berharap peluncuran Industrial Development Report 2026 menjadi lebih dari sekadar forum peluncuran laporan, tetapi juga ruang kolaborasi yang melahirkan rekomendasi strategis bagi pengembangan industri Indonesia dan Asia Tenggara.

“Kolaborasi antara pemerintah, organisasi internasional, akademisi, dan sektor swasta sangatlah penting untuk mewujudkan industri yang lebih tangguh, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow