5 Tanda Baterai Motor Listrik Rusak dan Berbahaya, Jangan Dipaksa Dipakai

Ilustrasi Motor Listrik. Foto: Unsplash.
banner 120x600

“Kemudian baterai-baterai yang misalnya ketika dipakai di-charge 100 persen, tiba-tiba drop langsung turun ke 40 persen. Dari 40 persen turun langsung ke 0 persen. Nah itu juga sebaiknya tidak dipakai,” katanya.

4. Muncul Cairan dari Baterai

Pemilik motor listrik juga harus memperhatikan adanya rembesan atau cairan yang keluar dari baterai. Menurut Hernest, kondisi tersebut menandakan masalah serius.

“Terus baterai yang ngiler, yang keluar cairan. Nah itu lebih baik jangan,” katanya.

Baterai yang mengeluarkan cairan sebaiknya tidak digunakan kembali sebelum mendapat pemeriksaan dari teknisi yang memahami sistem kendaraan listrik.

5. Baterai Pernah Terendam Air atau Banjir

Baterai yang pernah terkena genangan air atau banjir memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemilik kendaraan tidak disarankan langsung memasangnya kembali hanya karena motor masih dapat menyala.

“Kemudian baterai-baterai yang bekas dari air atau banjir dan lain-lainnya,” ucapnya.

Jangan Gunakan Fast Charging pada Baterai Rusak

Hernest juga mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak menggunakan pengisian cepat atau fast charging pada baterai yang sudah menunjukkan tanda kerusakan.

“Kalau sudah rusak, sudah turun, sudah kembung, jangan dipakai fast charging,” katanya.

Mengenali tanda baterai motor listrik rusak sejak awal penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Jika baterai menggembung, cepat panas, mengeluarkan cairan, mengalami penurunan daya secara drastis, atau pernah terendam banjir, pengguna sebaiknya menghentikan pemakaian dan meminta pemeriksaan teknisi.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow