Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan yang membuatnya memahami kekuatan dan budaya kerja yang dimiliki negara tersebut.
Prabowo berharap kunjungan Presiden Steinmeier dapat semakin memperkuat hubungan kerja sama di berbagai sektor.
“Saya pribadi juga dapat bersaksi atas kekuatan ini karena saya sendiri pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Saya berharap kunjungan anda dapat semakin memperkuat kerja sama kita, khususnya di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Jerman sebenarnya telah terbangun jauh sebelum kedua negara meresmikan hubungan diplomatik.
Menurutnya, kalangan akademisi Jerman turut berperan memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional sejak masa sebelum kemerdekaan.
Karena itu, hubungan kedua negara memiliki akar sejarah yang cukup panjang.
“Oleh karena itu, meskipun kedua negara akan segera merayakan 75 tahun hubungan diplomatik, akar hubungan kita sesungguhnya telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka,” ucap Presiden.
Menutup sambutannya, Prabowo menyampaikan harapan agar hubungan persahabatan dan kerja sama kedua negara terus berkembang di masa mendatang.
Ia juga mendoakan Presiden Steinmeier dan Ibu Elke Büdenbender selalu diberikan kesehatan serta kesuksesan.
“Saya pikir banyak hubungan akan didukung di Jerman. Sebagai catatan terakhir, saya berharap Presiden Steinmeier dan Ibu Büdenwender sehat dan sukses, dan rakyat Indonesia dan Jerman terus sejahtera dan bersahabat,” tutup Presiden Prabowo.















