KEBUMEN, MyInfo.ID – Jumlah penumpang kereta api di Stasiun Kebumen terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini semakin memperkuat posisi Stasiun Kebumen sebagai salah satu simpul transportasi penting di jalur selatan Pulau Jawa sekaligus pintu masuk bagi sektor pariwisata dan perekonomian Kabupaten Kebumen.
Stasiun yang berada di Kecamatan Kebumen tersebut memiliki sejarah panjang sejak diresmikan pada 16 Juli 1887. Pada awal operasionalnya, stasiun ini berfungsi mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan logistik. Kini, perannya berkembang menjadi pusat layanan transportasi modern yang menghubungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa.
Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan Stasiun Kebumen saat ini berstatus stasiun besar kelas C dengan aktivitas penumpang yang cukup tinggi setiap harinya.
“Stasiun Kebumen saat ini melayani 79 perjalanan kereta api setiap hari yang menghubungkan pelanggan ke berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Ketapang,” ujar As’ad, Rabu (3/6/2026).
Posisinya yang berada dekat pusat pemerintahan Kabupaten Kebumen membuat stasiun ini menjadi salah satu titik strategis bagi masyarakat yang melakukan perjalanan bisnis, pendidikan, hingga wisata. Hampir seluruh kereta api jarak jauh yang melintas di jalur selatan Pulau Jawa juga berhenti di stasiun ini.
Untuk memperluas akses transportasi masyarakat, PT KAI turut menghadirkan layanan kereta api bersubsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO). Kehadiran layanan ini memberikan pilihan perjalanan yang lebih terjangkau tanpa mengurangi aspek keamanan dan kenyamanan.
Beberapa kereta api bersubsidi yang melayani penumpang dari Stasiun Kebumen antara lain KA Bengawan relasi Purwosari–Pasarsenen PP dengan tarif sekitar Rp70.000 hingga Rp74.000. Selain itu terdapat KA Kutojaya Selatan menuju Bandung dengan tarif Rp58.000 hingga Rp62.000, serta KA Kahuripan yang melayani perjalanan ke Bandung, Kediri, dan Blitar dengan tarif berkisar Rp80.000 hingga Rp84.000.
“Melalui layanan kereta api PSO, masyarakat memiliki akses transportasi yang ekonomis dan nyaman untuk perjalanan antarkota maupun lintas provinsi,” lanjut As’ad.















