Meski tidak masuk dalam kontestasi, Nasaruddin berharap Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung lancar. Ia juga berharap forum tersebut menghasilkan keputusan terbaik bagi bangsa Indonesia dan warga Nahdliyyin.
Bagi Prof. Ridwan, berbagai dukungan dan aspirasi yang muncul selama dinamika Muktamar NU merupakan bagian dari proses organisasi. Namun, aspirasi tersebut tetap perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak mengganggu pelaksanaan tugas pemerintahan.
Ia menilai pengabdian kepada umat dan organisasi keagamaan tetap dapat dilakukan melalui jalur yang berbeda. Dalam posisi Nasaruddin sebagai Menteri Agama, pengabdian tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan dan pelayanan keagamaan yang menyentuh masyarakat secara luas.
Prof. Ridwan juga menekankan pentingnya hubungan antara Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan keagamaan. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat kerukunan dan kehidupan keagamaan.
Organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, tokoh agama, serta masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga stabilitas sosial. Kolaborasi di antara unsur tersebut dinilai penting untuk memperkuat moderasi beragama di Indonesia.
Dalam konteks pendidikan, perguruan tinggi keagamaan Islam juga memiliki posisi strategis. Kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter, integritas, wawasan kebangsaan, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial.
“Perguruan tinggi keagamaan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan generasi yang kompeten, berkarakter, dan mampu merawat persatuan bangsa,” tegasnya.
Prof. Ridwan menambahkan, UIN Saizu Purwokerto akan terus berkontribusi melalui pendidikan Islam, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Ia berharap hasil Muktamar ke-35 NU dapat memperkuat kontribusi NU dalam kehidupan umat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi bangsa dan negara.
Sikap Nasaruddin tersebut juga sejalan dengan penegasan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Kamaruddin Amin. Ia menyampaikan bahwa Nasaruddin akan tetap menjalankan amanah sebagai Menteri Agama sekaligus terus berkhidmat untuk NU.
Dengan tidak masuk dalam bursa Ketua Umum PBNU, Nasaruddin kini memilih menuntaskan tanggung jawabnya di Kementerian Agama. Sejumlah agenda seperti penguatan kehidupan keagamaan, pendidikan, filantropi Islam, ekoteologi, serta layanan ibadah yang inklusif menjadi bagian dari pekerjaan yang harus terus dikawal.















