“OASE mencita-citakan lahirnya Ibnu Sina-Ibnu Sina baru, Ibnu Rusyd-Ibnu Rusyd baru,” ungkap Prof. Suyitno.
OASE pertama kali digelar di Aceh pada 2021 secara daring karena pandemi Covid-19. Penyelenggaraan kedua berlangsung di Jakarta pada 2023, sementara edisi ketiga pada 2026 dilaksanakan di Yogyakarta.
Suyitno juga mendorong setiap PTKIN mengembangkan karakter dan keunggulan institusi masing-masing. Ia mencontohkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang mengintegrasikan pendidikan melalui Ma’had Al-Jami’ah, penguatan ilmu agama, dan sains.
Contoh lainnya adalah UIN Raden Intan Lampung yang mengembangkan identitas kampus bercorak ekoteologi melalui berbagai capaian di bidang lingkungan, termasuk partisipasi dalam pemeringkatan UI GreenMetric.
Selain penguatan identitas kampus, Suyitno meminta pimpinan PTKIN, khususnya Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan kerja sama, aktif mencatat prestasi mahasiswa melalui aplikasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Langkah tersebut diperlukan agar pencapaian mahasiswa tidak hanya terdokumentasi di tingkat kampus, tetapi juga tercatat dalam sistem prestasi nasional.
“Dunia harus tahu itu, dan caranya para Wakil Rektor III harus aktif mengisi aplikasi Puspresnas,” tegasnya.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, mengatakan keikutsertaan 54 PTKIN dalam OASE III menunjukkan komitmen bersama untuk membangun generasi muda yang cerdas, berintegritas, kreatif, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan OASE bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan juga ruang pertemuan gagasan dan pertukaran pengetahuan antarmahasiswa dari berbagai daerah.
“OASE bukan sekadar ajang memperebutkan medali dan menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, OASE adalah ruang perjumpaan gagasan, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan talenta terbaik mahasiswa PTKIN,” ungkap Noorhaidi.
Sebagai tuan rumah, UIN Sunan Kalijaga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta. Noorhaidi berharap kegiatan tersebut terus berkembang menjadi agenda akademik nasional yang berkualitas, inklusif, dan berdampak bagi pengembangan prestasi mahasiswa.
OASE III PTKIN 2026 berlangsung pada 3–7 November 2026 dengan tema “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi”. Kegiatan ini diikuti 497 finalis dari 54 PTKIN yang lolos seleksi dari total 1.592 peserta.
Para finalis berkompetisi dalam 18 cabang bidang agama, sains, dan riset. Selain perlombaan, kegiatan juga menghadirkan ekspo inovasi yang diikuti 34 PTKIN untuk menampilkan karya, kreativitas, serta pengembangan teknologi.
Melalui OASE III, Kementerian Agama berharap PTKIN semakin berperan sebagai pusat pengembangan ilmu yang mengintegrasikan agama, sains, dan teknologi, sekaligus melahirkan ilmuwan muslim generasi baru yang mampu menjawab tantangan zaman.














