News  

Kisah Jihan dari Purbalingga: PIP Kubur Rasa Minder, Bantu Separuh Siswa SMPN 2 Kutasari Tetap Sekolah

Kisah Jihan dari Purbalingga: PIP Kubur Rasa Minder, Bantu Separuh Siswa SMPN 2 Kutasari Tetap Sekolah. Foto: Kemendikdasmen
banner 120x600

Pengelola PIP SMPN 2 Kutasari, Florence Oktora Italiana, mengonfirmasi bahwa dampak PIP bekerja secara ajaib pada kepribadian anak didik. Intervensi finansial ini sukses mengubah perilaku murid dari yang semula tertutup dan pemalu karena kekurangan, menjadi sosok yang aktif dan bergairah di lingkungan sekolah.

“Siswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa bertahan sekolah karena kebutuhan dasarnya terpenuhi. Mereka menjadi lebih percaya diri dan termotivasi belajar karena fasilitas belajarnya seperti seragam dan buku kini lengkap,” papar Florence.

Apresiasi senada turut diapungkan oleh Kepala SMPN 2 Kutasari, Arif Rahman. Ia melihat PIP memiliki efek domino positif yang jauh melampaui urusan pembiayaan materiil semata.

“PIP membantu menjaga keberlangsungan pendidikan, mengurangi beban keluarga, meningkatkan rasa percaya diri murid, dan memastikan semakin banyak anak Indonesia dapat terus belajar serta menggapai cita-citanya,” kata Arif.

Agar bantuan ini tepat sasaran dan bebas dari penyelewengan, manajemen sekolah menerapkan sistem pengawasan berlapis. Prosesnya dimulai dari validasi data secara berkala via Dapodik, sinkronisasi fakta lapangan bersama wali kelas, hingga pembaruan berkas administrasi berkala.

Meski demikian, Florence tidak menampik adanya kerikil dalam pelaksanaan di lapangan. Masalah administratif kerap kali menjegal hak anak-anak yang memiliki latar belakang keluarga khusus seperti anak yatim piatu, korban perceraian, atau anak yang tinggal bersama wali non-kandung saat hendak mencairkan dana di bank penunjuk. Sekolah pun terus turun tangan mengawal kendala ini.

“Kami berharap ada kebijakan yang mempermudah proses aktivasi rekening bagi murid dengan kondisi keluarga khusus, sehingga hak pendidikan mereka tidak terhambat hanya karena persoalan administratif,” ucap Florence mengakhiri penjelasannya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow