PURBALINGGA, MyInfo.ID – Bagi Jihan Askiya Maulida, langkah kakinya menuju gerbang sekolah kini terasa jauh lebih ringan. Bayang-bayang rasa minder dan cemas karena keterbatasan fasilitas kini sirna. Berkat seragam baru yang layak, sepasang sepatu anyar, buku pelajaran yang komplet, hingga jaminan ongkos transportasi harian, siswi SMPN 2 Kutasari ini bisa tegak berdiri memandang masa depannya.
Bagi Jihan, kucuran dana Program Indonesia Pintar (PIP) bukan sekadar angka nominal di atas kertas tabungan. Bantuan ini adalah tiket emas yang mengembalikan rasa percaya dirinya untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan teman-teman sebayanya di kelas.
“Dengan adanya bantuan PIP ini, saya jadi lebih bersemangat untuk belajar karena peralatan sekolah saya sudah lengkap seperti teman-teman yang lain. Saya tidak perlu khawatir lagi tentang biaya transportasi dan bisa lebih fokus mengejar prestasi,” tutur Jihan dengan nada penuh semangat, Senin (29/6/2026).
Asa yang dirasakan Jihan hanyalah satu dari ratusan potret serupa di SMPN 2 Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Pada Tahun Ajaran 2025/2026, data sekolah mencatat ada 317 dari total 598 siswa yang berstatus sebagai penerima manfaat PIP. Fakta bahwa lebih dari separuh jumlah murid di sekolah tersebut bergantung pada program ini menunjukkan betapa krusialnya intervensi negara dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di daerah.
Bagi keluarga Jihan, dana proteksi pendidikan ini menjadi dewa penyelamat di tengah himpitan ekonomi yang mencekik.
“Sebagai orang tua, kami sangat bersyukur dengan adanya PIP ini. Bantuan ini sangat membantu membiayai kebutuhan sekolah anak saya, mulai dari membeli seragam baru, sepatu, hingga ongkos transportasi harian ke sekolah tanpa membebani keuangan keluarga kami yang pas-pasan,” ungkap ayah Jihan, Hadi Wahyanto, meluapkan rasa leganya.















