Dengan kapasitas tersebut, PLTS yang dimiliki KAI Daop 5 Purwokerto diperkirakan mampu memproduksi sekitar 125 ribu hingga 144 ribu kWh listrik bersih setiap tahun.
Produksi energi bersih itu sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan karena mampu menekan emisi karbon.
Selain menghasilkan listrik ramah lingkungan, penggunaan PLTS juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.
Dengan kapasitas terpasang 96,3 kWp, sistem tersebut diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sekitar 105 hingga 125 ton CO₂ setiap tahun.
Perhitungan tersebut didasarkan pada estimasi produksi listrik tahunan PLTS yang dikalikan dengan faktor emisi sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) sebesar 0,84–0,87 ton CO₂ per MWh, sesuai ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pemanfaatan energi matahari menjadi bagian dari transformasi KAI dalam membangun sistem transportasi yang lebih efisien sekaligus mendukung target pengurangan emisi nasional.
Sebagai perusahaan transportasi yang melayani mobilitas masyarakat dalam skala besar, KAI menilai penggunaan energi bersih merupakan langkah strategis untuk menciptakan operasional yang berkelanjutan.
As’ad memastikan pengembangan PLTS di wilayah Daop 5 Purwokerto akan terus dilakukan secara bertahap seiring meningkatnya komitmen perusahaan terhadap pemanfaatan energi terbarukan.
“Kami akan terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di lingkungan kerja KAI, sehingga operasional yang dijalankan tidak hanya andal, tetapi juga semakin ramah lingkungan. Kami berharap upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” tutup As’ad.















