Potensi dividen menjadi salah satu pertimbangannya dalam melihat peluang investasi tersebut. Namun, dividend yield yang diterima investor bergantung pada harga pembelian saham dan jumlah dividen yang ditetapkan perusahaan.
Jusuf juga mengajak para pengusaha ikut berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia menilai partisipasi pelaku usaha dapat menjadi bentuk dukungan terhadap perekonomian nasional di tengah tekanan pasar.
“MSCI saja yang buat begini, terus semua dibuat menggoyangkan pemerintahan kita. Nah, kalau kita sebagai warga negara yang baik berpangku tangan saja, siapa yang bela negeri kita?” ujar Jusuf.
Ia berharap pengusaha lain turut mengambil langkah serupa dengan konsorsiumnya.
“Kalau kelompok saya saja bisa belanja Rp5 triliun, kalian ada puluhan ribu pengusaha kita yang mampu. Kalau bukan kita siapa yang bela negeri kita, kalau bukan sekarang, kapan lagi? Yuk Senin kita bergandengan tangan,” katanya.
Rencana pembelian saham senilai Rp5 triliun itu disampaikan melalui media sosial. Belum ada rincian mengenai komposisi saham yang akan dibeli maupun kepastian realisasi transaksi konsorsium tersebut.














