News  

Isrodin, Perintis Sekolah Berbasis Agroforestri, Raih Peringkat III Kalpataru Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026

banner 120x600

Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Argowilis dan MTs Pakis. Penghargaan ini tidak hanya menjadi apresiasi bagi Isrodin secara pribadi, tetapi juga menjadi pengakuan terhadap gerakan bersama dalam menjaga lingkungan dan hutan yang telah dilakukan secara konsisten.

SEKOLAH HUTAN DAN GERAKAN AGROFORESTRI

Isrodin mengembangkan pendekatan pendidikan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan. Konsep sekolah hutan yang dikembangkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar sekaligus memahami hubungan antara manusia, hutan, pertanian, dan keberlanjutan kehidupan.

Agroforestri menjadi salah satu pendekatan penting dalam gerakan tersebut. Melalui agroforestri, lingkungan tidak hanya dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga sebagai ekosistem yang harus dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Bagi Isrodin, upaya menjaga lingkungan merupakan proses panjang yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pendidikan menjadi salah satu jalan untuk menanamkan kesadaran tersebut sejak dini sekaligus membangun hubungan yang lebih bertanggung jawab antara manusia dan alam.

Penghargaan Kalpataru yang diraihnya diharapkan semakin memperkuat semangat untuk melanjutkan gerakan pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan hutan lereng Gunung Slamet.

PENGHARGAAN UNTUK GERAKAN BERSAMA

Atas penghargaan yang diterimanya, Isrodin menyampaikan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, DLH Kabupaten Banyumas, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Kemenag Kabupaten Banyumas, Perum Perhutani KPH Banyumas Timur dan KPH Banyumas Barat, keluarga besar Argowilis, keluarga besar MTs Pakis, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dan berjalan bersama dalam upaya menjaga lingkungan, khususnya hutan-hutan di lereng Gunung Slamet.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari sebuah gerakan, melainkan menjadi dorongan untuk terus merawat lingkungan dan memperkuat kolaborasi di tengah masyarakat.

Penghargaan Kalpataru juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan keberlanjutan.

Bagi Kang Is, menjaga hutan bukan hanya tentang apa yang dilakukan hari ini, tetapi juga tentang memastikan generasi mendatang masih memiliki lingkungan yang lestari untuk dipelajari, dijaga, dan diwariskan.

Penyerahan Penghargaan Kalpataru Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 direncanakan dilaksanakan pada puncak peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke-81 pada Agustus 2026.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow