News  

UIN Saizu Gandeng University of Münster, Bawa Tafsir Indonesia ke Kajian Al-Qur’an Global

UIN Saizu Purwokerto menjalin kerja sama dengan University of Münster, Jerman, untuk mengembangkan kajian Al-Qur’an dan tafsir dalam perspektif dunia Muslim. Foto: Dok UIN Saizu
banner 120x600

JERMAN, MyInfo.ID – UIN Saizu Purwokerto memperluas kerja sama akademik internasional dengan University of Münster, Jerman. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan kajian Al-Qur’an dan tafsir, termasuk pengembangan Corpus Coranicum dari perspektif dunia Muslim.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara University of Münster melalui Faculty of Islamic Theology dan proyek Corpus Coranicum Commentary dengan UIN Saizu Purwokerto di Münster, Senin (14/9/2026).

Dokumen tersebut ditandatangani Rector of the University of Münster Prof. Johannes Wessels dan Founding Dean of the Faculty of Islamic Theology sekaligus Co-Lead of the Corpus Coranicum Commentary Prof. Mouhanad Khorchide. Professor in Qur’anic Studies UIN Saizu Purwokerto Prof. Mohamad Nur Kholis Setiawan turut hadir.

Selanjutnya, Rektor UIN Saizu Purwokerto Prof. Ridwan akan menandatangani dokumen tersebut sebagai bagian dari proses finalisasi kerja sama.

Salah satu fokus utama kolaborasi adalah mengembangkan kajian dan tafsir Corpus Coranicum dengan melibatkan perspektif dunia Muslim. Langkah ini membuka ruang pertemuan antara penelitian akademik di Eropa dan kekayaan tradisi tafsir Indonesia serta Asia Tenggara.

Prof. Mohamad Nur Kholis Setiawan mengatakan dirinya bersama Prof. Mouhanad Khorchide akan terlibat dalam pengembangan program tersebut. Menurut dia, kerja sama juga diarahkan untuk menyiapkan peneliti generasi berikutnya.

“Ide besarnya adalah tafsir Corpus Coranicum dari dunia Muslim. Saya dan Prof. Mouhanad akan memegang peran. Ke depan, kita membutuhkan banyak kader yang dapat terlibat dan melanjutkan proyek ini,” jelas Prof. Mohamad dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Ruang lingkup penelitian mencakup sejarah, metodologi, teks, manuskrip, hingga jaringan intelektual tafsir di Indonesia dan Asia Tenggara. Pendekatan yang digunakan juga beragam, mulai dari hermeneutis, historis, sastra, filologis hingga teologis.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow