Perwakilan panitia, Rengga Mahendra, menuturkan keputusan menghentikan kejuaraan diambil mengacu pada ketentuan force majeure yang tercantum dalam regulasi Kejurnas Drift.
“Kelanjutan pertandingan kami hentikan. Sudah pasti kami setop karena force majeure dan itu diatur dalam buku peraturan,” ujar Rengga.
Ia memastikan seri Kejurnas Drift tidak akan dilanjutkan di lokasi lain. Penentuan hasil kejuaraan akan didasarkan pada hasil babak kualifikasi yang telah diselesaikan sebelum insiden terjadi.
“Pertandingan tidak dipindahkan ke venue lain. Penilaian diambil berdasarkan hasil kualifikasi,” katanya.
Rengga menegaskan seluruh biaya penanganan korban menjadi tanggung jawab panitia. Biaya tersebut meliputi penanganan darurat, rawat inap, tindakan operasi, hingga kebutuhan obat-obatan selama menjalani perawatan.
“Seluruh kebutuhan korban di rumah sakit menjadi tanggung jawab panitia. Operasi, obat-obatan, rawat inap, hingga penanganan pertama seluruhnya kami tanggung dan tidak dibebankan kepada korban,” tegasnya.















