Industri Kendaraan Listrik RI Melaju Cepat, Pemerintah Perkuat Ekosistem dari Hulu ke Hilir

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Kemenperin
banner 120x600

Keunggulan Indonesia tidak hanya terletak pada pasar yang berkembang, tetapi juga pada rantai pasok industri yang semakin lengkap. Saat ini, Indonesia telah memiliki ekosistem baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir, mulai dari proses refinery, produksi sel baterai, hingga daur ulang.

Kondisi ini menjadi nilai tambah strategis yang belum tentu dimiliki banyak negara lain.

“Pemerintah juga terus memperkuat regulasi guna memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta pun menjadi faktor kunci dalam mempercepat pengembangan industri ini,” kata Menperin.

Sejumlah produsen otomotif besar telah menanamkan investasinya di Indonesia, di antaranya Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motors Indonesia, serta Industri Baterai Indonesia.

Kehadiran mereka memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah tengah menyiapkan pembentukan perusahaan untuk memproduksi mobil listrik nasional. Proyek ini menjadi bagian dari strategi memperluas pasar sekaligus mendorong produksi massal kendaraan listrik buatan dalam negeri yang ditargetkan terealisasi pada 2028.

Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia tidak lagi sekadar soal peningkatan penjualan. Pemerintah kini fokus membangun ekosistem terintegrasi yang mencakup produksi, rantai pasok, hingga pasar.

Dengan pertumbuhan pesat, dukungan kebijakan, serta masuknya investasi global, Indonesia berpeluang besar naik kelas menjadi pusat industri kendaraan listrik dunia sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow