News  

HS Slim Double Jadi Rokok Paling Laris, Muhammad Suryo Minta Maaf Belum Bisa Penuhi Permintaan Pasar

Jumpa pers Konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (30/8/2026). Foto: Dian/MyInfo
banner 120x600

“Pertumbuhan HS secara brand di Banyumas Raya alhamdulillah perkembangan dan respons pasarnya sangat baik sekali,” jelas Tessa.

Dari sisi distribusi dan infrastruktur, HS kini telah memiliki hampir 100 pekerja lokal di Banyumas Raya. Mereka menempati berbagai posisi, mulai dari salesman, admin finance, admin warehouse, merchandiser hingga tim leader dan supervisor.

Produk HS juga telah tersebar di hampir 20.000 toko di Banyumas Raya dan sekitarnya. Distribusi dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari toko kelontong, semi grosir, grosir besar hingga toko pasar modern nasional.

Dari sisi penjualan, Tessa menyebut hingga Juli 2026, HS telah menjual hampir 100 juta batang atau sekitar 9.000 karton di wilayah tersebut.

Di Banyumas Raya, HS bekerja sama dengan partner distribusi PT Mantra Aji Logistik. Penetrasi pasar di wilayah tersebut telah dimulai sejak tahun lalu.

Tessa menambahkan, berdasarkan hasil survei Nielsen pada semester I 2026, HS mencatat peningkatan market share sebesar 1,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Secara brand ini, peningkatan market share terbesar ke-2. Jadi untuk ukuran 1,5 tahun, alhamdulillah pertumbuhannya sangat baik sekali,” jelas Tessa.

Sementara itu, Owner HS Muhammad Suryo mengungkapkan tingginya permintaan terhadap varian terbaru HS Slim Double.

Menurut Suryo, permintaan terhadap produk tersebut dalam satu bulan terakhir sangat tinggi. Bahkan, HS belum sempat melakukan promosi secara luas karena kapasitas produksi masih harus mengejar permintaan pasar.

“Padahal seingat saya itu belum diiklankan ya (varian baru HS Slim Double), Mohon maaf belum merata di seluruh Indonesia, karena permintaannya yang sangat luar biasa, karena terbentur produksi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan kita ratakan seluruh Indonesia,” tambah Suryo yang juga hadir dalam sesi jumpa pers.

Selain terus mengembangkan produk, HS juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Saat ini jumlah karyawan perusahaan tersebut mendekati 8.000 orang.

Para pekerja tersebut di antaranya merupakan penyandang disabilitas serta masyarakat yang diterima bekerja meskipun belum memiliki pengalaman kerja.

Pabrik HS juga disebut banyak menyerap pekerja dari masyarakat sekitar lokasi pabrik, termasuk di Magelang dan Yogyakarta. Kehadiran pabrik tersebut turut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow