Harga Minyak Dunia Melonjak, Konflik AS-Iran Buka Risiko Brent Tembus US$120

Ilustrasi pengeboran minyak mentah. Foto: freepik
banner 120x600

“Itu jelas masuk akal,” kata Daan Struyven, Kepala riset komoditas global Goldman Sachs.

Goldman Sachs sebelumnya memperkirakan harga minyak dapat menembus US$120 per barrel apabila konflik AS-Iran memasuki fase yang semakin panjang.

Dalam skenario dasar, ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia diperkirakan masih dapat berangsur pulih melalui sejumlah rute alternatif dan tambahan kapasitas pipa. Namun, serangan yang semakin intensif terhadap kapal tanker dapat mengubah proyeksi tersebut.

“Perkembangan beberapa hari terakhir menunjukkan skenario kenaikan harga alternatif, ekspor sebenarnya stagnan selama beberapa bulan mendatang, dan Brent melebihi 120 dollar AS, memiliki kemungkinan yang meningkat karena kita melihat intensifikasi dan perluasan serangan terhadap kapal,” kata Daan Struyven.

Pergerakan harga minyak saat ini sangat dipengaruhi kekhawatiran terhadap pasokan. Ketika distribusi dari kawasan penghasil minyak utama terganggu, pasar biasanya merespons dengan menaikkan harga karena risiko kelangkaan meningkat.

Konfrontasi langsung AS dan Iran sebelumnya sempat mereda selama sekitar satu bulan. Pada periode tersebut, pemerintah AS lebih banyak mengandalkan tekanan ekonomi dibandingkan operasi militer.

Namun, strategi tersebut kembali berubah menjelang akhir bulan lalu ketika AS melanjutkan operasi militernya di kawasan perairan tersebut.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow