Ekspor Jawa Tengah Tembus US$7,2 Miliar pada Semester I 2026, Amerika Serikat Jadi Tujuan Utama

Ilustrasi Ekspor Impor. Foto: Magnific
banner 120x600

Ali Said mengungkapkan bahwa ketiga negara tersebut menyerap sekitar 61,97 persen total ekspor nonmigas Jawa Tengah selama enam bulan pertama 2026.

Komoditas yang paling banyak diekspor ke ketiga negara itu antara lain:

  • Pakaian dan aksesori bukan rajut
  • Pakaian rajut
  • Perlengkapan elektrik
  • Ikan, krustasea, dan moluska

Di tengah peningkatan ekspor, Jawa Tengah masih mencatatkan defisit neraca perdagangan pada semester pertama 2026.

BPS mencatat nilai impor Januari-Juni 2026 mencapai US$8.505,88 juta, lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor pada periode yang sama.

Menurut Ali Said, kenaikan impor dipicu meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang penolong untuk mendukung aktivitas industri. Selain itu, impor barang konsumsi dan barang modal juga mengalami peningkatan.

“Secara kumulatif pada Januari-Juni 2026, neraca perdagangan Jawa Tengah mengalami defisit sebesar 1.298,19 juta dolar AS atau setara 1,29 miliar dolar AS. Defisit tersebut disebabkan oleh defisit komoditas migas sebesar 2.827,98 juta dolar AS. Namun, jika dilihat dari komoditas nonmigas, neraca perdagangan Jawa Tengah masih mencatat surplus sebesar 1.529,80 juta dolar AS,” pungkas Ali.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow