Pada penyelenggaraan tahun ini, BRI Jazz Gunung mengusung tema “Jazztination”, sebuah konsep yang menggabungkan pertunjukan jazz dengan pengalaman berwisata. Melalui tema tersebut, festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana promosi destinasi wisata dan budaya daerah.
Salah satu daya tarik baru yang disiapkan panitia adalah Kampung Durian, area khusus yang menghadirkan berbagai jenis durian lokal Banyumas. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada para pengunjung.
Direktur Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, mengatakan Kampung Durian dihadirkan agar penonton mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap selama mengikuti festival.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya menikmati musik, tetapi juga mengenal kekayaan kuliner khas Banyumas,” ujarnya.
Selain menghadirkan pengalaman wisata dan kuliner, Jazz Gunung juga terus mendorong lahirnya generasi baru musisi jazz melalui program Bromo Jazz Camp yang selama ini menjadi wadah pembinaan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagas mengungkapkan tingginya minat masyarakat terhadap penyelenggaraan tahun ini terlihat dari cepatnya penjualan tiket VIP yang telah habis terjual.
“Antusiasme penonton sangat tinggi. Tiket VIP sudah sold out dan kami sedang mempertimbangkan kemungkinan penambahan kuota,” katanya.
BRI Jazz Gunung Slamet 2026 akan menghadirkan sejumlah musisi lintas generasi dengan karakter musik yang beragam. Musisi asal Purwokerto, Amelia Ong, menjadi salah satu penampil yang paling dinanti. Vokalis dan komposer jazz tersebut dikenal memiliki kiprah internasional serta kemampuan memainkan berbagai instrumen musik.















