“Langkah ini untuk menjaga lapas tetap kondusif sekaligus mencegah pelanggaran, terutama terkait narkoba,” katanya.
Ratusan napi tersebut berasal dari berbagai wilayah, di antaranya Riau, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Jambi, Lampung, dan Sumatera Selatan.
Selain pengamanan ketat, para warga binaan juga akan menjalani program pembinaan. Evaluasi dilakukan setelah enam bulan untuk menilai perubahan perilaku.
“Jika menunjukkan perbaikan, mereka bisa dipindahkan ke lapas dengan tingkat pengamanan lebih rendah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah napi yang sebelumnya masuk kategori risiko tinggi bahkan telah berhasil diturunkan status pengamanannya hingga ke lapas terbuka di Nusakambangan.















