Menurut As’ad, moda transportasi kereta api memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan angkutan logistik lainnya. Selain mampu mengangkut barang dalam jumlah besar, kereta api juga dinilai lebih aman, efisien, dan memiliki jadwal perjalanan yang lebih pasti.
Keunggulan tersebut turut didukung oleh tingkat ketepatan waktu perjalanan yang tetap terjaga. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Daop 5 mencatat On Time Performance (OTP) keberangkatan kereta api barang mencapai 99,58 persen, sementara OTP kedatangan berada di angka 97,65 persen.
“Kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut berbagai komoditas karena kapasitas angkut yang besar, tingkat keselamatan yang tinggi, serta efisiensi yang lebih baik. KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan agar distribusi logistik dapat berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” ujar As’ad.
Tak hanya mendukung kelancaran rantai pasok nasional, penggunaan kereta api sebagai moda distribusi logistik juga memberikan dampak positif yang lebih luas. Perpindahan angkutan barang dari jalan raya ke jalur rel dinilai mampu mengurangi kepadatan kendaraan berat di jalan, menekan risiko kecelakaan lalu lintas, sekaligus membantu mengurangi emisi karbon.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, kereta api semakin menjadi pilihan strategis bagi pelaku usaha dalam mendistribusikan barang secara efisien dan berkelanjutan.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang serta memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan guna mendukung kebutuhan logistik nasional secara berkelanjutan,” tutup As’ad.













