PURWOKERTO, MyInfo.ID – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memastikan program Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan. Pemerintah Kabupaten Banyumas kini mengevaluasi data penerima manfaat agar bantuan kesehatan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Penegasan itu disampaikan Sadewo di hadapan awak media di Ruang Joko Kaiman, Purwokerto, Selasa (27/10/2026).
“UHC tidak dihentikan. Kami melakukan evaluasi karena di lapangan ditemukan masyarakat yang kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data desil,” ujarnya.
Menurut Sadewo, persoalan utama terletak pada ketidaksesuaian kategori desil atau kelompok tingkat kesejahteraan dengan kondisi ekonomi warga sebenarnya. Akibatnya, masyarakat yang tergolong tidak mampu berpotensi tercatat dalam kelompok kesejahteraan yang lebih tinggi.
Banyumas Diusulkan Jadi Percontohan Perbaikan Data
Masalah akurasi data tersebut telah dibahas Sadewo bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta pada 12 Oktober 2026.
Dalam pertemuan itu, Menteri Sosial disebut mengakui penetapan desil masih memiliki margin error hingga 30 persen. Kementerian Sosial tengah menyiapkan aplikasi PERLINSOS yang terhubung dengan Dukcapil, Samsat, dan perbankan, dengan target menekan kesalahan data maksimal 2 persen.
Sadewo meminta pembaruan data melalui aplikasi tetap disertai verifikasi langsung di lapangan.
“Saya bilang ke Gus Ipul, meskipun sudah menggunakan PERLINSOS, saya minta diadakan cek lapangan, seperti halnya quick count,” ungkapnya.
Menurut Sadewo, Gus Ipul menyetujui usulan tersebut dan berencana menjadikan Banyumas sebagai daerah percontohan untuk penerapan kategori desil dan UHC yang lebih efisien serta tepat sasaran.
“Gus Ipul setuju. Beliau mau ke sini, mau mengumpulkan perwakilan RT, petugas input di kelurahan dan desa, kemudian camat-camat,” ucapnya.















