News  

Cegah Kerusakan Batu Berusia Seribu Tahun, Mahastupa Candi Borobudur Dikonservasi

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau pemugaran yasti dan konservasi Mahastupa Candi Borobudur untuk menjaga keaslian serta kestabilan struktur candi. Foto: Kementerian Kebudayaan
banner 120x600

MAGELANG, MyInfo.ID – Kementerian Kebudayaan melakukan pemugaran yasti dan konservasi Mahastupa Candi Borobudur untuk menjaga kestabilan struktur serta mencegah kerusakan batu candi. Penanganan dilakukan berdasarkan kajian teknis dengan mengutamakan keaslian material.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau langsung pekerjaan tersebut. Ia menegaskan, pelestarian Borobudur membutuhkan perawatan berkelanjutan karena batu andesit penyusun candi tetap rentan terhadap cuaca dan perubahan lingkungan.

“Batu andesit tentu harus ada konservasi. Iklim kita berubah, dan kondisi hujan sekarang berbeda dengan seratus atau dua ratus tahun lalu. Karena itu, kita perlu memastikan penanganan yang tepat agar batu dan relief Borobudur tetap terjaga,” ucap Menbud dalam keterangannya dikutip Kamis (15/10/2026).

Pemugaran dilakukan setelah monitoring dan kajian teknis pada Agustus 2026 menemukan pergeseran susunan batu, rongga, dan rekahan di bagian yasti serta harmika. Pemeriksaan juga mengidentifikasi kerusakan material pada stupa induk.

Pemugaran yasti difokuskan pada penguatan struktur bagian puncak stupa induk, dengan mengutamakan penggunaan material asli. Sementara itu, konservasi Mahastupa mencakup penanganan penggaraman dan pelapukan batu.

Lapisan putih akibat penggaraman dapat berkaitan dengan pergerakan air dan kandungan garam di dalam material. Penanganannya harus dilakukan secara tepat agar kondisi batu tidak semakin rusak.

“Relief-relief Borobudur yang sudah berusia lebih dari seribu tahun memerlukan penanganan yang tepat. Kita perlu memastikan perawatannya berkelanjutan, sehingga relief tetap terjaga ketajamannya dan batu tidak melunak atau mengalami kerusakan. Ini salah satu pekerjaan konservasi yang penting dan perlu dilakukan berdasarkan kajian yang cermat,” ungkapnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow