PURWOKERTO, MyInfo.ID – UIN Saizu Purwokerto berhasil masuk 10 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Indonesia dalam UI GreenMetric World University Rankings 2026. Kampus ini menempati peringkat ke-9 PTKIN, peringkat 74 Indonesia, 389 Asia, dan 657 dunia.
Pemeringkatan yang dirilis pada Jumat, 25 September 2026 tersebut diikuti 2.016 perguruan tinggi dari 110 negara. UIN Saizu memperoleh total skor 6.582,5.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, menyambut capaian tersebut sebagai bagian dari penguatan komitmen kampus terhadap keberlanjutan.
“Alhamdulillah pemeringkatan GreenMetric sudah release. UIN Saizu rangking 9 PTKIN Indonesia,” ujar Prof. Ridwan, Jumat.
Skor UIN Saizu di UI GreenMetric 2026
Dalam penilaian UI GreenMetric 2026, UIN Saizu mengumpulkan skor dari tujuh kelompok indikator. Perolehan tersebut meliputi:
- Setting and Infrastructure: 775
- Energy and Climate Change: 1.235
- Waste: 900
- Water: 800
- Transportation: 1.022,5
- Education and Research: 900
- Governance and Digitalization: 950
Komponen Energy and Climate Change menjadi salah satu indikator dengan skor tertinggi yang diperoleh UIN Saizu.
Penilaian tersebut menjadi bagian dari upaya kampus mengembangkan konsep green campus, termasuk pengelolaan energi, sampah, air, transportasi, ruang terbuka hijau, serta pendidikan dan penelitian yang berkaitan dengan keberlanjutan.
Sebelum pemeringkatan diumumkan, UIN Saizu telah mengirimkan data penilaian pada 11 Juli 2026. Data tersebut mencakup tujuh kelompok dan 118 indikator yang digunakan dalam proses pemeringkatan.
UI GreenMetric 2026 mengusung tema “Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance.” Tema tersebut menekankan pentingnya tata kelola, digitalisasi, dan kinerja terintegrasi dalam membangun kampus berkelanjutan.
Dengan posisi ke-9 PTKIN Indonesia, UIN Saizu kini berada dalam jajaran kampus Islam negeri yang tercatat dalam pemeringkatan keberlanjutan tingkat internasional.
Capaian tersebut menjadi pijakan bagi UIN Saizu untuk melanjutkan pengembangan ekosistem kampus yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dengan tata kelola, pendidikan, penelitian, dan kehidupan akademik.















