JAKARTA, MyInfo.ID – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus influenza pada musim kemarau. Imbauan ini muncul setelah laporan World Health Organization (WHO) menunjukkan peningkatan influenza di sejumlah negara Asia Tenggara pada minggu ke-33 hingga ke-35 atau periode Agustus-September 2026.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Anggraini Alam, mengatakan perkembangan kasus di negara sekitar perlu menjadi perhatian meski Indonesia belum mengalami lonjakan serupa.
“Kewaspadaan sangat perlu karena kalau tetangga-tetangga kita tinggi (kasus influenzanya) tentunya ini bisa berisiko mengalami peningkatan kasus (di Indonesia),” ujar Anggraini Alam, Jumat (18/9/2026).
Berdasarkan data WHO yang dipaparkan Anggraini, kasus influenza di Singapura mengalami peningkatan sekitar 24-37 persen dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan juga tercatat di Brunei Darussalam, dari 12 persen menjadi 18 persen. Sementara di Vietnam, angkanya meningkat dari tujuh persen menjadi 20 persen.
Untuk Indonesia, data WHO belum menunjukkan peningkatan setinggi negara-negara tersebut. Namun, sejumlah rumah sakit telah melaporkan adanya kenaikan kasus influenza.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan tetap diperlukan, terutama karena peningkatan kasus di Indonesia bukan berarti risiko penularan dapat diabaikan.
Anggraini menjelaskan, influenza di negara tropis seperti Indonesia memiliki pola tahunan. Peningkatan kasus biasanya terjadi menjelang akhir tahun dan lebih banyak ditemukan saat musim penghujan.










