Health  

Kasus Influenza Naik di Asia Tenggara, IDAI Minta Indonesia Waspada

Ilustrasi anak mengalami gejala influenza. Foto: Magnific.
banner 120x600

Meski demikian, musim kemarau bukan berarti bebas dari risiko influenza. Kondisi higiene yang kurang terjaga serta sirkulasi udara yang buruk di dalam ruangan dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Karena itu, masyarakat disarankan tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan menjaga kualitas ventilasi, terutama di ruang yang banyak digunakan bersama.

Influenza lebih sering menyerang anak sehingga pencegahan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan orang tua. Salah satu langkah yang disarankan adalah memberikan vaksinasi influenza kepada anak mulai usia enam bulan.

Selain vaksinasi, pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan etika batuk, rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor, serta melakukan isolasi ketika sedang sakit.

Langkah tersebut diperlukan untuk membantu mengurangi risiko penularan influenza, terutama di lingkungan keluarga dan tempat anak beraktivitas.

Menurut Anggraini, influenza pada anak dapat ditandai dengan sejumlah gejala, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair, sakit kepala, nyeri badan, serta berkurangnya nafsu makan dan minum.

Orang tua juga perlu memperhatikan frekuensi buang air kecil. Anak yang semakin jarang buang air kecil dapat menjadi tanda bahwa kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Yang masih pakai pampers tetap empat jam sekali lihat pampersnya. (Kalau) kering, berikan banyak minum. (Kalau) enggak sanggup minumnya bawa ke IGD atau bawa ke dokter segera,” tandas Anggraini.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow