PURWOKERTO, MyInfo.ID – Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar memastikan tidak ikut dalam bursa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Di tengah dinamika organisasi yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 itu, Nasaruddin memilih tetap berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama.
Keputusan tersebut mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan. Menurutnya, pilihan Nasaruddin merupakan langkah strategis karena memungkinkan Menteri Agama tetap fokus mengawal agenda pemerintahan di bidang keagamaan.
“Menteri Agama memilih khidmat untuk umat melalui jalur Kementerian Agama. Pilihan ini strategis agar tetap fokus pada penguatan program prioritas Menag, seperti implementasi ekoteologi, kurikulum berbasis cinta, penguatan filantropi Islam, dan layanan ibadah yang inklusif,” ujar Prof. Ridwan dalam keterangannya, Jumat (24/8/2026).
Prof. Ridwan menilai jabatan Menteri Agama membawa tanggung jawab yang luas. Selain berkaitan dengan pembinaan kehidupan beragama, Kemenag juga memiliki pekerjaan besar di sektor pendidikan agama dan keagamaan serta penguatan kerukunan antarumat beragama.
Karena itu, menurut dia, keputusan Nasaruddin untuk tidak mengikuti kontestasi Ketua Umum PBNU dapat memberikan ruang bagi Kemenag untuk menjalankan agenda strategis secara lebih optimal.
“Prof. Nasaruddin Umar telah mendapat amanah besar dari Presiden Prabowo Subianto untuk membina kehidupan beragama dan memperkuat kerukunan umat. Fokus Menag menjalankan amanah itu tentu menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan keagamaan dan pendidikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, dukungan agar Nasaruddin masuk dalam bursa Ketua Umum PBNU disebut datang dari sejumlah kolega dan sahabatnya di berbagai daerah. Namun, dukungan tersebut tidak membuat Nasaruddin mengubah pilihannya.
Saat berada di Jombang, Nasaruddin menjelaskan alasan di balik keputusannya. Ia menyebut tanggung jawab sebagai Menteri Agama membutuhkan perhatian dan konsentrasi yang besar.
“Sehubungan dengan muktamar yang sedang berlangsung ini, karena saya sadar betul bahwa tugas saya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia ini begitu berat dan begitu luas yang harus kami selesaikan, maka yang terbaik buat saya, dan juga untuk pengembangan Kementerian Agama ke depan, atau juga termasuk NU, lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama,” tegas Prof. Nasaruddin Umar di Jombang, Kamis (27/8/2026).
Nasaruddin juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang sebelumnya mengharapkan dirinya maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU.
“Saya minta maaf kepada teman-teman dari berbagai daerah yang mungkin telah mengimajinasikan saya untuk memimpin PBNU,” ucapnya.















