JAKARTA, MyInfo.ID – Paskibraka Nasional 2026 menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 76 putra-putri terpilih dari berbagai provinsi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional di Istana Negara, Jakarta.
Pengukuhan tersebut menjadi titik penting setelah para anggota Paskibraka melewati serangkaian seleksi dan persiapan yang panjang. Di balik seragam dan barisan yang terlihat rapi, tersimpan cerita tentang perjuangan, rasa minder, keraguan hingga kebanggaan membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Bagi sebagian anggota, terpilih sebagai Paskibraka Nasional 2026 bahkan menjadi pengalaman yang sebelumnya sulit dibayangkan. Mereka harus bersaing sejak tingkat sekolah, kabupaten atau kota, provinsi hingga menjalani proses verifikasi di tingkat pusat.
Salah satu cerita datang dari Muhammad Furqoen Hakim, perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengaku perjalanan untuk bisa menjadi bagian dari Paskibraka Nasional bukan perkara mudah.
Furqoen harus melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum akhirnya dinyatakan lolos sebagai wakil daerah di tingkat nasional.
“Prosesnya banyak banget, Kak. Yang pertama itu dari proses seleksi sekolah, seleksi Kabupaten, provinsi, dan juga verifikasi tingkat pusat kemarin,” jelas Furqoen dikutip Minggu (16/8/2026).
Rangkaian tersebut menjadi proses yang tidak hanya menguji kemampuan fisik dan kedisiplinan. Para peserta juga dituntut memiliki kesiapan mental untuk menghadapi persaingan dengan calon Paskibraka dari berbagai daerah.
Bagi Angelica Theona Putri, perwakilan Jawa Timur, tantangan terbesar justru datang dari dalam dirinya sendiri.
Angelica mengaku sempat merasa minder ketika melihat peserta lain yang dinilainya memiliki kemampuan lebih baik. Perasaan tersebut sempat membuatnya pesimistis terhadap peluang untuk lolos.
Namun, ia perlahan berusaha membangun kepercayaan diri dan menghilangkan keraguan tersebut. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil ketika dirinya berhasil terpilih sebagai Paskibraka Nasional.
“Saya sendiri kurang percaya diri, udah minder duluan ngelihat teman yang lebih baik dari saya, saya kayak ah pasti gak bisa, ternyata bisa ngelawan ketidakpercayaan diri itu, berhasil kak,” tuturnya.
Cerita serupa dialami Gladys Manuella Aibekob, perwakilan Papua Tengah. Keraguan sempat muncul dalam proses seleksi, tetapi ia memilih terus mencoba dan tidak menyerah pada rasa takut gagal.
“Awalnya saya ragu, namun saya terus berusaha dan mencoba untuk hilangkan rasa ragu itu,” tuturnya.















