PURWOKERTO, MyIndo.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyumas membongkar praktik penyalahgunaan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi dengan modus memindahkan isi tabung LPG 3 kg ke tabung Bright Gas berukuran 5,5 kg dan 12 kg. Praktik tersebut diduga telah berlangsung sekitar enam bulan dan menghasilkan keuntungan hingga Rp12 juta setiap bulan.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Parningotan Silalahi mengatakan pelaku berinisial ACY (38), warga Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, ditangkap di kediamannya yang juga digunakan sebagai pangkalan LPG Public Service Obligation (PSO) pada Kamis (16/7/2026).
“Tersangka memindahkan isi tabung LPG subsidi 3 kg ke tabung LPG nonsubsidi ukuran 12 kg dan 5,5 kg, kemudian menjualnya kembali untuk memperoleh keuntungan pribadi,” kata Petrus saat konferensi pers di Mapolresta Banyumas, Selasa (21/7/2026).
Penyelidikan mengungkap ACY merupakan pengelola harian pangkalan LPG PSO yang beroperasi sejak Februari 2024. Namun, praktik pengoplosan dilakukan tanpa sepengetahuan agen maupun pemilik pangkalan yang masih memiliki hubungan keluarga dengan tersangka.
Kapolresta menjelaskan pelaku mempelajari cara memindahkan isi tabung LPG secara mandiri melalui video di media sosial sejak Januari 2026. Berbekal modal sekitar Rp2 juta, ia membeli tabung kosong ukuran 12 kg dan 5,5 kg serta membuat sendiri alat pemindah gas dari bahan besi.
Untuk memenuhi kebutuhan tabung LPG subsidi di luar kuota resmi pangkalan, pelaku membeli tabung LPG 3 kg dari sejumlah pedagang gas keliling dengan harga Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per tabung. Para pedagang tersebut tidak mengetahui tabung yang mereka jual akan digunakan untuk praktik ilegal.
Dalam menjalankan aksinya, isi tabung LPG subsidi dipindahkan ke tabung Bright Gas menggunakan alat rakitan. Tabung kemudian didinginkan dengan es batu, ditimbang agar sesuai standar berat, lalu dipasangi segel plastik palsu sehingga menyerupai produk resmi.
Menurut Petrus, dalam satu kali proses pelaku mampu memindahkan isi 40 hingga 60 tabung LPG subsidi menjadi sekitar 10 hingga 15 tabung Bright Gas ukuran 12 kg.















