PURWOKERTO, MyInfo.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mengimbau masyarakat untuk tidak membakar jerami, sampah, maupun semak kering di sekitar jalur rel kereta api selama musim kemarau.
Imbauan tersebut disampaikan karena aktivitas pembakaran di dekat rel dinilai dapat menimbulkan risiko serius terhadap operasional dan keselamatan perjalanan kereta api.
Memasuki musim kemarau, banyak area persawahan di sekitar jalur kereta dipenuhi jerami kering yang mudah terbakar. Kondisi serupa juga terjadi pada semak-semak di sepanjang lintasan rel yang menjadi lebih rentan memicu kebakaran.
Situasi ini menjadi perhatian KAI mengingat sebagian besar jalur kereta di wilayah Daop 5 Purwokerto melintasi kawasan persawahan, perkebunan, hingga perbukitan.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan kepulan asap dari pembakaran jerami maupun sampah dapat mengurangi jarak pandang masinis saat mengoperasikan kereta.
“Asap dari pembakaran jerami maupun sampah dapat mengganggu pandangan masinis saat mengoperasikan kereta api. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat mengurangi kemampuan masinis dalam mengamati kondisi lintas dan mengambil tindakan secara tepat,” jelas As’ad dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, gangguan visibilitas di lintasan rel dapat meningkatkan risiko keselamatan, terutama pada jalur yang memiliki tikungan, perlintasan sebidang, maupun area dengan kepadatan aktivitas masyarakat.
Tak hanya menghasilkan asap, panas dari pembakaran juga dapat berdampak pada berbagai perangkat pendukung operasional kereta api.















