KEBUMEN, MyInfo.ID – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat upaya pengembangan industri gula kelapa dengan mendorong koperasi menjadi pusat penggerak ekonomi petani. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Coconut Sugar Ecosystem Matchmaking Forum di Kabupaten Kebumen yang mempertemukan koperasi, kelompok tani, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem gula kelapa yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Forum tersebut dibuka oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi yang juga Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Sita Ferry Juliantono.
Menurut Sita, koperasi memiliki peran strategis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadi penghubung antara pelaku usaha, petani, lembaga pembiayaan, hingga pasar.
“Koperasi hadir bukan hanya untuk mengejar keuntungan ekonomi, tetapi memastikan kegiatan usaha memberi manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat,” ujar Sita dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Henny Navilah, Ketua DWP Kemenkop Wati Ahmad Zabadi, serta Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Sita menilai pelaku usaha gula kelapa hingga kini masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan kemampuan teknis, sulitnya mengakses pembiayaan, hingga lemahnya integrasi dengan pasar yang lebih luas.
Karena itu, koperasi dinilai menjadi solusi untuk memperkuat posisi petani maupun penderes kelapa agar memiliki daya tawar yang lebih baik.
Ia juga mendorong para petani memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Namun, syarat utamanya adalah petani harus terlebih dahulu bergabung dalam koperasi.
Selain mempermudah akses modal, koperasi diharapkan mampu menjadi agregator yang menghubungkan produk petani dengan kebutuhan pasar, termasuk pasar ekspor yang kini menuntut kualitas produk yang konsisten dan berkelanjutan.
“Koperasi juga harus menjadi agregator nilai yang menghubungkan produk dengan pasar karena saat ini pasar global menuntut produk yang berkelanjutan, kualitas yang konsisten,” tegasnya.
Sita menyebut Kebumen memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil gula kelapa. Karena itu, ia mendorong terbentuknya kemitraan jangka panjang antara koperasi, kelompok tani, pemerintah, serta pelaku usaha agar seluruh potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.















