Menurutnya, konsolidasi koperasi juga penting dilakukan agar mampu memetakan peluang usaha dan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu melahirkan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas usaha koperasi dan petani gula kelapa.
Dalam kesempatan yang sama, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi juga mengambil peran dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya koperasi sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas.
Melalui pelibatan pengurus DWP dan Tim Penggerak PKK, edukasi mengenai koperasi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, mengatakan forum tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengembangkan potensi gula kelapa di Kebumen.
Sebanyak lebih dari 100 peserta yang terdiri atas pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok petani gula kelapa, hingga berbagai pemangku kepentingan mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Destry, koperasi harus mampu melakukan konsolidasi agar petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar melalui kemitraan dan akses pasar yang lebih luas.
“Koperasi bisa memetakan potensi usaha dari setiap butir kelapa, lalu Deputi Pemasaran akan melakukan business matching untuk mendatangkan buyer,” jelasnya.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengapresiasi langkah Kementerian Koperasi dan Dekranas yang memilih Kebumen sebagai lokasi penyelenggaraan forum tersebut.
Menurutnya, gula kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir dan perbukitan Kebumen. Karena itu, penguatan koperasi diharapkan mampu membangun rantai usaha yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan petani tidak cukup hanya dengan menjual produk hasil panen.
Menurut Lilis, diperlukan ekosistem usaha yang mampu menghadirkan kemitraan yang adil, akses pembiayaan yang mudah, serta kepastian pasar agar nilai ekonomi gula kelapa terus meningkat dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.















