Panduan Lengkap Puasa Sunnah di Bulan Muharram 1448 H

Ilustrasi Damai Puasa. Foto: Pixabay
banner 120x600

JAKARTA, MyInfo.ID – Memasuki lembaran baru dalam kalender Islam, umat Muslim di berbagai belahan dunia menyambut bulan muharram 1448 hijriah. Sebagai salah satu dari empat bulan haram (Asyhurul Hurum) yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT, momentum ini menjadi waktu yang paling dinantikan untuk mempertebal keimanan, memanjatkan doa, serta memperbanyak amal kebajikan.

Keistimewaan bulan ini bahkan membuat Baginda Nabi Muhammad SAW melabelinya dengan sebutan Syahrullah atau Bulannya Allah. Oleh karena itu, masyarakat sangat dianjurkan untuk mengisi hari-hari mulia ini dengan melaksanakan ibadah puasa muharram, khususnya pada hari kesembilan dan kesepuluh.

Dua amalan yang paling utama dan jamak ditunaikan oleh umat Islam pada paruh awal bulan ini adalah puasa tasua serta puasa asyura.

Mengapa Harus Ada Puasa Tasua?

Ibadah puasa tasua jatuh pada 9 Muharram atau mulai Rabu (24/6/2026). Tujuan utama dari pelaksanaan puasa sunnah ini adalah sebagai pembeda agar ritme ibadah umat Islam tidak persis sama dengan tradisi puasa kaum Yahudi, yang diketahui hanya mengkhususkan puasa pada hari kesepuluh saja.

Bagi Anda yang hendak mengamalkannya pada bulan muharram 1448 hijriah ini, berikut adalah lafal niat puasa tasua yang bisa dibaca:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Taasuu’aa-a sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasua karena Allah Ta’ala.”

Menghapus Dosa Setahun Lalu Melalui Puasa Asyura

Satu hari berselang, tepatnya pada tanggal 10 Muharram atau pada Kamis (25/6/2026), umat Muslim sangat dianjurkan melanjutkan ibadah dengan melaksanakan puasa asyura. Keagungan dari ibadah puasa asyura ini tidak main-main, sebab diyakini memiliki fadhilah atau keutamaan luhur berupa peleburan dosa-dosa kecil yang dilakukan setahun ke belakang.

Berikut adalah lafal niat puasa asyura yang dibaca oleh umat Islam:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘Aasyuuraa-a sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”

Secara fiqih, pelafalan niat untuk rangkaian puasa muharram ini idealnya dipanjatkan pada malam hari sebelum fajar menyingsing. Namun, sebagai bentuk kemudahan dalam ibadah sunnah, niat tersebut tetap dinilai sah apabila baru diucapkan pada pagi atau siang hari sebelum masuk waktu Zuhur, dengan catatan orang tersebut belum mengonsumsi makanan atau melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Berikut adalah rincian jadwal Tasua dan Asyura 2026 secara lengkap:

  1. Jadwal Pemerintah
    Puasa Tasua: Rabu, 24 Juni 2026
    Puasa Asyura: Kamis, 25 Juni 2026
  1. Jadwal NU
    Puasa Tasua: Kamis, 25 Juni 2026
    Puasa Asyura: Jumat, 26 Juni 2026

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow