Bacaan Doa Berbuka Puasa Muharram
Saat azan magrib berkumandang, umat Islam disunnahkan untuk segera membatalkan puasa dan membaca doa berbuka. Hal ini menjadi simbol ekspresi rasa syukur yang mendalam atas limpahan rezeki dan kekuatan yang diberikan oleh Allah SWT setelah seharian penuh menjalani puasa tasua maupun puasa asyura.
Berikut adalah bacaan doa berbuka puasa muharram yang bersumber dari tuntunan syariat:
اللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, hanya karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Keutamaan Besar di Balik Puasa Muharram
Besarnya ganjaran bagi umat Muslim yang mengamalkan ibadah ini tergambar jelas dalam literatur hadis. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”
Tak hanya itu, keistimewaan yang spesifik juga disematkan pada momen 10 Muharram, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:
“Aku berharap kepada Allah agar puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu.” (HR Muslim).
Mengingat melimpahnya pahala yang ditawarkan, para ulama sangat menyarankan agar kaum Muslimin sedapat mungkin meluangkan waktu dan tenaganya untuk mengawinkan ibadah puasa tasua dan puasa asyura secara berurutan.
Ladang Pahala Lain di Bulan Muharram 1448 Hijriah
Gerbang kebaikan di bulan muharram 1448 hijriah tentu tidak melulu soal menahan lapar dan dahaga lewat puasa muharram. Para pemeluk agama Islam juga sangat didorong untuk memperbanyak amalan salih lainnya sepanjang bulan ini.
Beberapa aktivitas kebajikan yang sangat dianjurkan oleh para ulama meliputi peningkatan istighfar, bertobat, tadarus Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, menyantuni anak-anak yatim, hingga menggemakan dzikir serta shalawat nabi.
Di samping itu, momen pergantian tahun ini juga menjadi waktu yang tepat untuk membaca doa awal dan akhir tahun, sekaligus menjadikannya momentum untuk mempererat kembali tali silaturahim yang mungkin sempat renggang dengan sanak keluarga maupun kerabat dekat.
Pada akhirnya, kehadiran bulan muharram 1448 hijriah harus dijadikan cermin besar untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri, memperbaiki segala kekurangan di masa lalu, dan mantap melangkah membuka lembaran hidup yang lebih berkah.















