Techno  

AI Deepfake Makin Canggih, Wamen Komdigi Ingatkan Masyarakat Waspada Modus Penipuan Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria saat menghadiri Indonesia Ethical AI Summit di Jakarta. Foto: Komdigi
banner 120x600

JAKARTA, MyInfo.ID – Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) tidak hanya membawa kemudahan di berbagai sektor, tetapi juga memunculkan ancaman baru yang semakin sulit dikenali. Salah satunya adalah maraknya penipuan digital berbasis teknologi deepfake yang kini mampu meniru wajah, suara, hingga perilaku seseorang dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi.

Fenomena ini menjadi perhatian serius pemerintah. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengingatkan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena penyalahgunaan AI telah berkembang menjadi tantangan baru dalam aspek keamanan digital dan etika teknologi.

Peringatan tersebut disampaikan Nezar saat menghadiri Indonesia Ethical AI Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Menurut Nezar, kemampuan AI saat ini berkembang sangat pesat. Teknologi tersebut bahkan telah memasuki tahap yang jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar generative AI.

Kini, AI mampu menciptakan video, suara, hingga sosok virtual yang tampak sangat realistis.

“Sekarang suara kita bisa ditiru, gambar wajah kita bisa ditiru, dan tampil dalam bentuk deepfake video yang dihasilkan oleh AI dengan sangat mulus,” ujarnya.

Kondisi ini membuat batas antara konten asli dan hasil rekayasa teknologi menjadi semakin kabur.

Nezar menjelaskan, kemajuan AI memang menawarkan manfaat besar bagi dunia pendidikan, industri, kesehatan, hingga layanan publik. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan risiko baru yang tidak bisa diabaikan.

Salah satu ancaman yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya aksi penipuan digital atau scam yang memanfaatkan teknologi deepfake.

Pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan AI untuk menciptakan konten palsu yang sangat meyakinkan. Bahkan, hasil manipulasi tersebut telah berkembang menjadi konsep yang dikenal sebagai synthetic reality atau realitas sintetik.

Akibatnya, masyarakat umum semakin sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang merupakan hasil rekayasa.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow