News  

Terungkap, Motif Ekonomi Jadi Pemicu Pembunuhan Berencana Dua Perempuan di Banyumas

Terungkap, Motif Ekonomi Jadi Pemicu Pembunuhan Berencana Dua Perempuan di Banyumas. Foto: Darmawan
banner 120x600

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Kasus pembunuhan dua perempuan yang menggemparkan warga Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, akhirnya mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap aksi keji tersebut dilakukan secara terencana oleh seorang pria berinisial ANR alias D (23) yang ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan salah satu korban.

Hasil penyelidikan menunjukkan pelaku menjalankan aksinya dalam dua tahapan berbeda selama dua hari berturut-turut, yakni pada 11 hingga 12 Juni 2026. Faktor ekonomi diduga menjadi motif utama di balik pembunuhan tersebut.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan, rangkaian peristiwa ini bukan tindakan spontan, melainkan telah berkembang menjadi tindak pidana pembunuhan berencana.

“Dari hasil penyidikan, kami menyimpulkan bahwa tindak pidana ini dilakukan secara terencana dan terjadi dalam dua fase, yakni pada tanggal 11 dan 12 Juni 2026,” ujar Petrus dalam konferensi pers di Mapolresta Banyumas, Senin (15/6/2026).

Berawal dari Permintaan Pinjaman Uang yang Ditolak

Dua korban dalam kasus ini masing-masing berinisial KA (80), warga Desa Patikraja yang masih memiliki hubungan keluarga dengan pelaku, serta AA (18), warga Purwokerto Selatan yang merupakan rekan kerja tersangka.

Peristiwa bermula pada Kamis (11/6/2026) sore. Saat itu, tersangka mendatangi rumah korban KA dengan maksud meminjam uang.

Namun, permintaan tersebut ditolak. Korban justru mengingatkan bahwa pelaku masih memiliki utang yang belum diselesaikan.

Pelaku yang sedang mengalami kesulitan ekonomi diduga tersinggung ketika korban membandingkannya dengan cucu lain yang dianggap lebih berhasil.

Situasi tersebut memicu emosi pelaku.

Setelah korban selesai menunaikan salat Isya, tersangka mengambil palu yang berada di dalam rumah lalu menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Tak berhenti di situ, pelaku juga mengambil telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp220 ribu milik korban.

Korban Kedua Dibunuh Demi Menutupi Jejak Kejahatan

Usai menghabisi korban pertama, tersangka menemui AA yang sudah dikenalnya sejak Mei 2026.

Keduanya sempat pergi ke kawasan Baturraden sebelum kembali ke rumah korban KA.

Pelaku kemudian berbohong dengan mengatakan bahwa rumah tersebut adalah milik orang tuanya.

Padahal, saat itu jasad korban pertama masih berada di dalam rumah.

Pada Jumat (12/6/2026) dini hari, korban AA mulai merasa curiga setelah melihat seseorang tergeletak di ruang salat.

Karena takut aksinya terbongkar, tersangka kembali melakukan pembunuhan menggunakan palu yang sama.

“Pelaku kembali melakukan pembunuhan dan mengambil sejumlah barang milik korban kedua, termasuk telepon genggam serta perhiasan,” kata Petrus.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow