JAKARTA, MyInfo.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mencatat jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi kembali bertambah. Hingga Senin (11/5/2026), total jemaah wafat tercatat mencapai 24 orang.
Satu jemaah yang dilaporkan meninggal dunia pada Ahad (10/5/2026) bernama Kasiani Sigito Tarmidi, anggota kloter KNO 8 asal Kota Medan, Sumatera Utara.
“Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff dalam keterangannya dikutip Selasa (12/5/2026).
Selain kabar duka tersebut, Kemenhaj juga mengungkapkan masih ada puluhan jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 67 jemaah masih mendapatkan penanganan medis.
Di tengah tingginya aktivitas ibadah dan mobilitas jemaah, pemerintah mulai mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak haji. Apalagi suhu udara di Makkah dan Madinah saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
Maria menegaskan, jemaah diminta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat di luar hotel, terutama pada siang hari. Menurutnya, kondisi fisik menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah puncak haji dengan lancar.
“Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria.
Kemenhaj juga memberi perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok risiko tinggi. Mereka diminta segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, demam, atau kondisi tubuh melemah.
“Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegasnya.















