MyInfo.ID – Bagi banyak ibu baru, keinginan untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan sering kali menjadi prioritas utama di samping merawat si kecil.
Namun, menurunkan berat badan setelah melahirkan tidak bisa dilakukan sembarangan. Tubuh butuh waktu untuk pulih, apalagi jika ibu juga menjalani masa menyusui.
Agar proses diet setelah melahirkan berjalan lancar dan tidak mengganggu kesehatan ibu serta kualitas ASI, simak panduan lengkap berikut ini.
Kapan Waktu yang Tepat Mulai Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan?
Banyak ibu yang bertanya, kapan sebenarnya boleh memulai diet setelah melahirkan? Melansir Medline Plus, waktu yang paling disarankan adalah setelah enam minggu pascamelahirkan. Namun, setiap ibu memiliki kondisi pemulihan yang berbeda. Ada yang bisa memulai lebih awal, ada juga yang perlu lebih lama.
Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk menentukan waktu yang paling tepat. Masa nifas bukanlah waktu yang ideal untuk menurunkan berat badan secara drastis karena tubuh sedang fokus memulihkan diri.
Jika ibu menyusui, sebaiknya tunggu hingga bayi berusia sekitar dua bulan atau saat produksi ASI sudah lancar. Diet ibu menyusui yang ekstrem justru bisa mengganggu kualitas ASI dan memperlambat proses pemulihan.
6 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan yang Aman
Jika dokter sudah memberi lampu hijau, berikut adalah cara menurunkan berat badan setelah melahirkan yang bisa Anda terapkan:
1. Perhatikan Asupan Makanan Harian
Pilih makanan bernutrisi seperti:
- Buah-buahan dan sayuran
- Makanan tinggi protein (telur, ikan, tahu, tempe)
- Biji-bijian utuh
- Makanan rendah lemak
Hindari makanan tinggi garam, gula, fast food, serta minuman bersoda. Jika masih menyusui, pastikan menu harian tetap mendukung kelancaran dan kualitas ASI.
2. Sesuaikan Pola Makan
- Jangan pernah lewatkan sarapan: Menunda sarapan bisa memicu makan berlebihan di siang hari.
- Bagi porsi makan: Ubah dari 3 kali sehari menjadi 5–6 kali dengan porsi kecil.
- Makan perlahan: Ini membantu Anda sadar saat sudah kenyang.
- Hindari makan sambil menonton atau bekerja: Fokus pada makanan agar porsi terkontrol.















