JAKARTA, MyInfo.ID – Sektor pariwisata Bali tetap menunjukkan kinerja yang stabil meskipun dunia tengah menghadapi berbagai dinamika geopolitik, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini aktivitas wisata di Pulau Dewata masih berjalan normal dengan tingkat hunian hotel yang relatif terjaga.
Dalam keterangannya dikutip Jumat, 6/3/2026), Kementerian Pariwisata terus memantau perkembangan situasi internasional yang berpotensi memengaruhi mobilitas wisatawan global. Namun berdasarkan data terbaru dari pelaku industri, kondisi pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada dalam tren yang cukup positif.
Tingkat Hunian Hotel Bali Masih Terjaga
Data yang dihimpun dari industri per 4 Januari 2026 menunjukkan bahwa tingkat hunian hotel di sejumlah wilayah utama pariwisata Bali masih berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Di Kabupaten Badung, yang menjadi pusat aktivitas wisata Bali, sekitar 52 persen hotel mencatat tingkat hunian antara 41 hingga 69 persen. Sementara itu, sekitar 36 persen hotel lainnya bahkan telah mencapai tingkat hunian di kisaran 70 hingga 80 persen.
Angka tersebut mencerminkan bahwa permintaan pasar wisata masih cukup kuat, meskipun situasi global tengah diliputi ketidakpastian.
Kondisi serupa juga terlihat di Kabupaten Gianyar. Sekitar 53,8 persen hotel di wilayah ini mencatat tingkat hunian pada kisaran 41 hingga 69 persen. Sebanyak 23,1 persen hotel bahkan berhasil mencapai okupansi 70 hingga 80 persen, dan sebagian kecil properti mencatat tingkat hunian hingga 81 sampai 100 persen.
Variasi tingkat hunian memang masih terlihat di antara masing-masing properti. Namun secara keseluruhan, aktivitas pariwisata di Bali dinilai tetap bergerak stabil.













