News  

30 Tahun Mengajar, Guru di Purbalingga Akui Interactive Flat Panel Bikin Murid Lebih Cepat Paham Materi

Guru PJOK di SMPN 2 Kutasari Purbalingga mengaku cara mengajar berubah drastis setelah sekolahnya menggunakan Interactive Flat Panel (IFP). Foto: Kemendikdasmen
banner 120x600

“IFP memberi kemudahan dalam menyajikan video, presentasi, YouTube hingga berita aktual yang sesuai materi. Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika murid sangat antusias mengikuti kuis interaktif dan gim (game) edukasi. Anak yang biasanya kurang memperhatikan pun langsung fokus ke layar karena pembelajarannya terasa menyenangkan,” katanya.

Ia mengaku paling sering memanfaatkan fitur digital whiteboard, anotasi, dan screen mirroring untuk mendukung proses belajar.

“Saya bisa mengakses berbagai referensi dengan cepat, memberi catatan langsung di layar, sekaligus menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan murid. Anak visual belajar lewat video dan infografis, anak auditori melalui audio, sementara anak kinestetik dapat maju menyentuh, menulis, atau memindahkan objek di layar,” terangnya.

Pemanfaatan Interactive Flat Panel tidak hanya mempermudah guru menyampaikan materi, tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung.

Guru tidak lagi menghabiskan banyak waktu untuk mengulang demonstrasi atau penjelasan. Di sisi lain, siswa menjadi lebih fokus, lebih cepat memahami materi, berani tampil di depan kelas, hingga terdorong untuk bekerja sama dengan teman-temannya.

Para guru berharap pemanfaatan teknologi tersebut terus diperkuat melalui pelatihan yang berkelanjutan, dukungan jaringan internet yang stabil, serta penambahan konten pembelajaran interaktif agar manfaatnya semakin optimal.

Program digitalisasi pembelajaran terus diperluas pemerintah. Pada 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mendistribusikan masing-masing satu unit Interactive Flat Panel ke 45.357 sekolah di Provinsi Jawa Tengah.

Khusus di Kabupaten Purbalingga, sebanyak 824 sekolah telah menerima perangkat tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, turut mengapresiasi berbagai program peningkatan mutu pendidikan di daerah, termasuk digitalisasi pembelajaran melalui Interactive Flat Panel yang dinilai memberi manfaat langsung bagi guru maupun peserta didik.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow