News  

2 Hiu Paus Terdampar Beruntun di Cilacap, Peneliti Temukan Sampah Plastik di Saluran Pencernaan

Peneliti juga mendapati adanya sampah plastik di dalam saluran pencernaan salah satu hiu paus yang terdampar. Foto: Unsoed
banner 120x600

Namun demikian, penelitian juga mengarah pada faktor lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas manusia. Tim menemukan luka pada tubuh hiu paus yang diduga berasal dari benturan baling-baling kapal.

Tak hanya itu, keberadaan sampah plastik di saluran pencernaan satwa dilindungi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa pencemaran laut turut berperan dalam memengaruhi kondisi kesehatan hiu paus.

Peneliti FPIK Unsoed, Dr. Nuning Vita Hidayati, mengatakan kualitas lingkungan perairan yang terus menurun dapat berdampak langsung terhadap kemampuan bertahan hidup mamalia laut berukuran besar tersebut.

“Penurunan kualitas perairan akibat pencemaran, termasuk akumulasi logam berat, dapat memengaruhi kondisi fisiologis, sistem imun, dan kemampuan navigasi hiu. Gangguan tersebut berpotensi meningkatkan risiko disorientasi, stres lingkungan, bahkan yang terparah dapat menyebabkan keracunan akut yang berkontribusi langsung pada kejadian keterdamparan,” ungkap Dr. Nuning.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian dan keterdamparan dua hiu paus tersebut, tim peneliti kini masih melakukan serangkaian pengujian laboratorium. Berbagai sampel biologis dan sampel air laut dari lokasi kejadian telah diamankan untuk dianalisis lebih lanjut.

Penelitian akan mencakup pengujian kualitas perairan, analisis genetik, serta kajian oseanografi yang lebih mendalam. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai faktor-faktor yang menyebabkan hiu paus mendekati pesisir hingga akhirnya terdampar.

Selain menjadi bahan kajian ilmiah, hasil penelitian ini juga diharapkan mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan perlindungan habitat dan jalur migrasi hiu paus di pesisir selatan Jawa. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan satwa laut langka sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem laut yang saat ini menghadapi berbagai tekanan akibat aktivitas manusia.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow