News  

2.877 Arsip Ungkap Jejak Dagang dan Budaya Batik Indonesia, Diajukan ke Memori Kolektif Bangsa

Ribuan arsip batik dari berbagai daerah Jawa Tengah dihimpun dalam nominasi Arsip Batik Indonesia: Jaringan Dagang dan Budaya 1900–2023 untuk Memori Kolektif Bangsa 2026. Foto: Istimewa
banner 120x600

Karena itu, kumpulan arsip tersebut memperlihatkan adanya perjumpaan budaya yang ikut membentuk perjalanan batik Indonesia.

Dimensi sosial dan spiritual juga terlihat dalam koleksi yang diajukan. Salah satu contohnya adalah arsip klowongan batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang.

Dalam tradisi tersebut, motif batik tidak semata-mata berfungsi sebagai ornamen. Polanya berkaitan dengan doa dan harapan yang diwariskan dalam lingkungan keluarga.

Hal itu menunjukkan bahwa batik bagi sebagian masyarakat juga menjadi media untuk meneruskan nilai keagamaan dan tradisi antargenerasi.

Lasem Simpan Bukti Jejaring Ekonomi dan Budaya

Yayasan Lasem Heritage menjadi salah satu pihak yang menyertakan koleksi dalam pengajuan tersebut.

Perwakilan Yayasan Lasem Heritage, Baskoro, mengatakan koleksi yang dimiliki lembaganya memperlihatkan hubungan erat antara aktivitas ekonomi dan perjumpaan budaya di Lasem.

“Kami memiliki 259 lembar arsip statis. Ini bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan rekaman yang membuktikan betapa kuatnya jejaring ekonomi dan perjumpaan budaya di Lasem dan jaringan budaya batik Indonesia pada kurun 1900–1950. Lewat penominasian ini, kami ingin memastikan bahwa sejarah panjang kontribusi Lasem dalam kebudayaan batik Indonesia merupakan kontribusi komunal dan layak dilestarikan untuk keberlanjutan batik sebagai warisan budaya takbenda,” ujar Baskoro perwakilan dari Yayasan Lasem Heritage.

Koleksi dari berbagai wilayah tersebut kemudian dipertemukan dalam satu nominasi. Pendekatan ini membuat sejarah batik dapat dilihat dari berbagai sisi, mulai dari produksi dan perdagangan hingga kehidupan sosial serta nilai budaya yang menyertainya.

17 Pihak Bergotong Royong Ajukan Arsip Batik

Pengajuan Arsip Batik Indonesia: Jaringan Dagang dan Budaya 1900–2023 melibatkan 17 lembaga dan individu pemilik koleksi dari sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Dokumen yang dihimpun menjadi upaya untuk menyatukan arsip yang selama ini tersebar dalam berbagai institusi dan koleksi pribadi.

Jika nantinya ditetapkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa 2026, khazanah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perjalanan batik Indonesia.

Batik tidak hanya akan dilihat melalui kain dan motif, tetapi juga melalui bukti tentang perdagangan, hubungan antarkelompok masyarakat, perjumpaan budaya serta nilai sosial dan spiritual yang berkembang di dalamnya.

Program Memori Kolektif Bangsa merupakan inisiatif ANRI untuk menemukan, menjaga dan memperkenalkan arsip yang memiliki nilai penting bagi perjalanan sejarah serta pembentukan identitas Indonesia.

Program tersebut juga sejalan dengan semangat pelestarian warisan dokumenter dunia melalui Memory of the World yang dikembangkan UNESCO.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow