News  

1.014 Satgas GreenMu Dikukuhkan di Banyumas, Sampah Didorong Jadi Sumber Ekonomi

Pengukuhan 1.014 Satgas GreenMu di Banyumas untuk memperkuat gerakan pengelolaan lingkungan dan sampah berbasis masyarakat. Foto: Pemkab Banyumas
banner 120x600

“Sekitar 77% sampah di Banyumas telah berhasil terkelola, sementara sisanya terus kita dorong agar dapat ditangani melalui sistem pengelolaan yang lebih baik,” jelas Sadewo.

Sadewo mendukung konsep Zero Waste to Money yang mendorong sampah menjadi sumber nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut perlu diperkuat dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah Banyumas.

“Pengelolaan sampah di Banyumas diarahkan agar memberikan nilai tambah ekonomi atau Zero Waste to Money. Pendekatan Zero Waste to Energy memerlukan biaya pengolahan yang jauh lebih tinggi daripada nilai energi yang dihasilkan, sebagaimana yang telah dipelajari dari beberapa daerah lain,” ujar Sadewo.

Selain pemilahan sampah dari rumah tangga, sekolah, tempat ibadah, dan perkantoran, Sadewo mendorong pemanfaatan lahan wakaf untuk kegiatan ekologis yang produktif.

Menurutnya, lahan wakaf dapat digunakan untuk menanam pohon produktif sehingga memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi.

“Persoalan lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendirian,” kata Sadewo.

Ia menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat pengelolaan lingkungan di Banyumas.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat gerakan pengelolaan lingkungan di Banyumas sehingga persoalan sampah tidak hanya dapat dikurangi, tetapi juga diubah menjadi sumber manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Sadewo.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow