Ridwan menjelaskan media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara kampus dan masyarakat. Berbagai capaian akademik seperti hasil penelitian, prestasi mahasiswa, hingga program pengabdian masyarakat dinilai akan lebih berdampak ketika dipublikasikan secara luas.
“Diseminasi penelitian, prestasi, dan berbagai kegiatan akademik menjadi terlihat oleh publik lewat media. Media menjadi bridging dengan publik, sehingga hubungan kemitraan kampus dan media menjadi sangat penting,” jelasnya.
Ia berharap hubungan kolaboratif antara perguruan tinggi dan media dapat terus diperkuat melalui kegiatan rutin sehingga kedua belah pihak dapat saling memahami kebutuhan masing-masing secara mutualistik.
Ridwan juga mengungkapkan derasnya pemberitaan positif mengenai UIN Saizu memberikan dampak nyata terhadap citra kampus. Salah satunya terlihat saat seorang Staf Khusus Kementerian Agama memprofilkan UIN Saizu berdasarkan pemberitaan media sebelum menyampaikan pidato dalam agenda resmi.
“Kami bersyukur dengan derasnya pemberitaan positif. Ketika profiling dari stafsus Kementerian Agama mengawali pidatonya, beliau memprofilkan UIN Saizu dari pemberitaan media,” ujarnya.
Menurut dia, hal itu menunjukkan media mampu memotret kelembagaan kampus secara utuh di mata publik.
“Hasilnya positif karena setiap prestasi kami publish di pemberitaan. Betapa potret media memotret kelembagaan secara utuh. Kami menjadi bangga,” katanya.
FGD tersebut menghadirkan Ketua PWI Lilik Darmawan sebagai narasumber dan dipandu moderator Ustad Mukorobin dari RRI Purwokerto.















