Selain menjaga kondisi fiskal, Suahasil mengatakan Kementerian Keuangan akan terus mengoptimalkan APBN sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan stabilitas nasional.
Suahasil juga menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam pengelolaan keuangan negara. Menurut dia, kebijakan APBN harus disertai penyampaian informasi yang konsisten dan dapat dipercaya masyarakat.
“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.
Dalam hal efisiensi, Suahasil menilai ukuran keberhasilan tidak cukup hanya dilihat dari seberapa besar belanja dipangkas. Anggaran yang tersedia harus mampu menghasilkan keluaran optimal dan memberikan manfaat nyata.
“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Suahasil.
Ia juga memastikan proses pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan akan dilakukan melalui koordinasi yang baik. Transisi tersebut diharapkan tidak mengganggu pengelolaan keuangan negara maupun pelaksanaan program pemerintah.















