Sementara dari sisi transportasi, stasiun ini melayani hingga 39 perjalanan kereta api setiap hari. Penumpang bisa bepergian langsung menuju berbagai kota besar seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Jember.
KAI juga menyediakan layanan kereta bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) yang berhenti di Stasiun Bumiayu, yakni KA Bengawan relasi Purwosari–Pasarsenen.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat bepergian ke Jakarta dengan tarif terjangkau sekitar Rp70 ribu hingga Rp74 ribu.
Jumlah Penumpang Stasiun Bumiayu Naik Signifikan
Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di Stasiun Bumiayu terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Data KAI Daop 5 Purwokerto menunjukkan rata-rata jumlah penumpang datang dan berangkat per bulan pada 2023 mencapai 15.709 orang. Angka itu naik menjadi 18.465 penumpang pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 21.726 penumpang pada 2025.
Sementara hingga April 2026, rata-rata volume penumpang sudah mencapai 25.865 orang per bulan.
Lonjakan tersebut menunjukkan peran strategis Stasiun Bumiayu sebagai pusat transportasi utama di wilayah Brebes selatan sekaligus menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api.
“KAI Daop 5 Purwokerto akan terus meningkatkan kualitas layanan di Stasiun Bumiayu, baik dari sisi fasilitas, keselamatan, maupun kenyamanan pelanggan. Kami berharap kehadiran stasiun ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Brebes selatan,” tutup As’ad.















