Tak hanya pupuk, Presiden juga menyebut banyak negara mulai melirik Indonesia sebagai pemasok beras. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi hasil dari penguatan sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir.
“Bayangkan kalau kita tidak swasembada. Kalau kita tidak buru-buru bereskan masalah pertanian,” ujarnya.
Secara khusus, Presiden memberikan pujian kepada Mentan Amran yang dinilai bekerja langsung di lapangan dan memahami persoalan petani karena berasal dari keluarga petani.
“Untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat. Karena dia memang anaknya petani. Tiap saya telepon ada di sini, ada di situ. Ini menteri yang hebat. Terima kasih,” kata Presiden Prabowo.
Prabowo juga mengapresiasi jajaran Kementerian Pertanian, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang dinilai ikut memperkuat sektor pertanian nasional.
“Timnya juga hebat. Wakil menterinya juga hebat. Anak petani jadi mengerti, tidak bisa dibohongi,” ujar Presiden.
Sebelumnya, Indonesia mencatat langkah penting melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan komitmen awal sebesar 250.000 ton dan ditargetkan meningkat hingga 500.000 ton senilai sekitar Rp7 triliun.
Ekspor tersebut menjadi sinyal meningkatnya daya saing industri pupuk nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok strategis di tengah tekanan global terhadap rantai pasok pangan dan pupuk dunia.















